"If you can only criticize people on TV, who are actually taking chances to do changes, you are not helping to solve this country’s problems."
- Barack Obama from Oprah Show.
Gue stuju. Hm, what’s wrong with him being the President? I don’t see anything against this guy especially if the issue is about racism. Emang uda jaminan mutu kalo dia yg jd Presiden, bakalan cuma org item aja yg dibantu? Emang uda jaminan mutu kalo orang kulit putih yg jd Presiden, maka orang kulit putih ato Asia PASTI dibantu? It’s not about the skin color, it’s about the person. What I like about this guy is that he has values and principles he believes in but he doesn’t shove them into every single person’s minds. Gue suka ketika dia bilang bahwa yang terpenting dalam keluarga adalah cara mendidik anak. Waktu itu, Oprah nanya dia. What is the most important value you’re trying to teach your children? Dia bilang, yg paling penting adalah how you make yourself useful for other people’s lives. You can only become valuable, someone important, someone remembered and cherished, if you are useful for other’s lives. If you don’t become useful for other people, you are not living. Hebatnya, ini serupa dengan perkataan Mother Teresa yg paling gue demen. Dulu Mother Teresa pernah bilang, "Spread love everywhere you go. Let no one come to you without leaving happier."
Terkadang gue mikir. Kita sekolah tinggi-tinggi, les ini-itu, belajar macem-macem, spy bs cari kerja yg oke dan hidup mapan. Tp stelah gue pikir lg, itu smua kok self-centered bgt ya? All about me, myself, and I. Do we spend time to think about the others? The ones who need love and support more than we do? Kita mengejar mati-matian apa yg menjadi mimpi dan cita-cita kita, tp kita gak inget untuk membantu yg perlu sama bantuan kita. Kita berdoa dan meminta kepada Tuhan untuk kesehatan keluarga kita dan impian kita agar tercapai. But again, itu semua hanya demi kita. Kita mau keluarga kita sehat dan panjang umur karena kita gak mau ditinggalin, karena kita gak mau sendirian. Gue jadi mikir, betapa kita dididik untuk menjadi careless dan selfish oleh orangtua kita sendiri.
Trus kita mesti gimana? Kita gak bs gimana-gimana kali. Kita siapa sih? Apa yg bs kita perbuat? Kita gak punya duit segunung ato endless power to change the world and stop the war. Tp actually we can do something. Banyak orang masih rasis. Mereka membantu ras mereka sendiri dan memprioritaskan ras mereka sendiri. Orang Asia membantu dan menyumbang panti-panti asuhan swasta yg anak-anaknya kebanyakan Asia juga. Orang pribumi menyumbang yayasan yang beraliran Muslim dan bukan agama Buddha. Kenapa gitu? Emang beda anak umur 5 tahun keturunan Chinese yang kelaparan dengan anak umur 5 tahun beragama Islam dan juga kelaparan? Menurut gue, yg jd masalah adalah ketika kita berpikir, "Emang yg gue lakukan itu akan merubah keadaan? Gak ngefek juga kok." Itulah yg jadi masalah. Dengan kita berpikir gitu, kita akan berhenti memikirkan orang lain dan berhenti membantu. Kita akan kembali perduli hanya terhadap hidup kita. It’s just an excuse to stop helping people, I think.
"We ourselves feel that what we are doing is just a drop in the ocean. But the ocean would be less because of that missing drop." - Mother Teresa.
Betapa benarnya. Kalo kita ngasi orang cacat di jalan hanya seribu rupiah, kenapa itu sepertinya besar sekali? Kita rela mengeluarkan 6 ribu utk sepotong roti Bread Talk yg bahkan kita gak makan karena sbnrnya kita gak lapar-lapar amat. Kita kemudian beralasan. "Itu kan orangnya pura-pura cacat. Dia sbnrnya cuma minta-minta karena males kerja tauk."
Lagi-lagi alasan untuk berhenti menyumbang orang. Peduli amat dia males ato ga? Apa sih arti seribu rupiah bagi dia? Besar. Apa sih arti seribu rupiah bagi kita? Gorengan tiga biji doang. Tapi gorengan tiga biji itu bisa jd makanan mereka utk sehari penuh. Atau bahkan tiga hari? We never know. Oke, mereka emang pura-pura buta, ato pura-pura cacat. Tapi itu cuma cara mereka untuk bisa dapetin seribu rupiah. Can’t you see that? Kita memilih hanya melihat kepura-puraan mereka, tp sebenernya isn’t that sad having to lie just to have a coin out of people’s mercy? So what kalo mereka bohong? Itu menyedihkan malah ngeliat mereka harus pura-pura buta dulu supaya bs dapet rasa kasihan kita. Uang gopean yg kita kasih mungkin akan terus ada di dashboard mobil slama berbulan-bulan karena kita bahkan berpikir duit segitu buat apa diambil, ditaro aja di dalem mobil. Tapi duit gope begitu bisa utk mereka yg bener-bener perlu. Nah, how does it sound? Emang bener, what we do is just a drop in the ocean, but it is still something. God doesn’t require us to succeed, He only requires us to try.
Ingetlah teman-teman, we can do no great things, it’s true. But we can do small things with great love.
—
Ada satu lg quote dr Mother Teresa which truly touches my heart.
"People are unreasonable, illogical, and
self-centered. Love them anyway. If you do good, people may accuse you
of selfish motives. Do good anyway. If you are successful, you may win
false friends and true enemies. Succeed anyway. The good you do today
may be forgotten tomorrow. Do good anyway. Honesty and transparency
make you vulnerable. Be honest and transparent anyway. What you spend
years building may be destroyed overnight. Build anyway. People who
really want help may attack you if you help them. Help them anyway.
Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world
your best anyway."
- Mother Teresa.
Gue rasa, what world needs today is someone who simply cares. Simply cares.
Gile Wen… bagus banget blog lu. Gua jadi terinspirasi nih untuk berbuat yang lebih baik untuk orang lain. Thx Wen.
August 10, 2007 @ 12:26 amAsik, aku senang! Hahaha, thanks Vinna, thanks to you too.
August 10, 2007 @ 12:51 amHiks….
August 24, 2007 @ 6:24 amGile wen….
G kayak disentil ne after reading ur blog…..
Coz g merasa mind & soul g lupa for this kind of things….
Thx wen for waking me up….