the quiet reflection of me.
<

I feel lucky that I’ve got the chance to know some nice people around the world. Di dalam hidup gue, gue baru sadar betapa banyak yang belom gue lihat dan betapa banyak yang harus gue pelajari setelah gue bertemu bermacam-macam orang. Seperti kata Sirius Black di Harry Potter, "What’s life without a little bit risk?" Hidup itu cuma sekali. Life is short. Pendek pula. Kalo kita gak melakukan apa yang ingin kita lakukan, kapan lagi kita tahu bahwa kita akan mendapatkan kesempatan yang sama? Temennya Bonaga di Naga Bonar Jadi 2 jg bilang, "Kesempatan tidak datang berkali-kali." Dan ini gak hanya tentang mencoba hal-hal yang baru. Ini juga menyangkut tentang membuka hati kita untuk menerima dan mengenal berbagai macam orang baru.
.
.
Kata Mother Teresa, "If you judge people, you have no time to love them."
.
.
How true. Sometimes, we spend the whole time judging everyone we meet, and we forget to love them. Lagi-lagi kata Sirius Black, "In every person, there is the bright and the dark side. What matters is which side we choose to act on." Tentu gak ada orang yang perfect. Yang sulit adalah melihat kebaikan di setiap orang dan mencintai mereka karenanya. Kenapa sulit? Karena yang biasa kelihatan, yang mudah kelihatan, dan yang biasa kita mau lihat, hanyalah keburukan seseorang. Karena dengan begitu, kita membuat diri kita terlihat lebih baik. Menyedihkan, jika kita harus membuat diri kita merasa aman dengan cara seperti itu. Bukankah baik kalo kita bertemu orang-orang hebat dan belajar dari mereka? Bahkan kita bisa belajar dari setiap orang, tidak hanya orang-orang hebat.
.
.
Gue bertemu dengan Tony di Milan, Italy, beberapa bulan yg lalu. Gue masih gak percaya bahwa gue belom menulis ttg dia di blog. Anyway, pertemuan itu sangat mengesankan bagi gue. Waktu itu gue lg dikasih acara belanja sama tour guide gue, dan keluarga gue gak mampu lah yah belanja di Italy. Secara toko-tokonya bermerk semua kayak Gucci, Louis Vuitton, dll, gila aje, sekali pegang, harganya 24 juta. Pdhl cuma satu tas tangan yg di Mangga Dua cuma 15.000. Nohok bgt, bisa2 bonyok gue jual anak dulu kalo mo beli. Jadinya kita memilih utk nongkrong di tempat segala bangsa, yaitu McDonalds. Hehehe, disanalah gue bertemu Tony. Wkt itu hanya ada 1 meja kosong, dan dua kursi kosong. Di atas meja ada segelas kopi yang setengah terisi. Gue pikir itu uda kosong, ya udah, gue suruh nyokap gue duduk disana. Ehhh… ternyata ada seorang bule dateng dan berkata bahwa itu kopi dia. Dia ngambil tuh gelas dan beranjak mencari tempat laen. Secara gue sadar bahwa uda gak ada tempat laen di ruangan itu, gue bilang ke dia bahwa gue gak tau tempat itu msh ada orang. Gue menawarkan tempat duduk gue utk dia, yg tadinya dia tolak, tp setelah gue paksa, akhirnya dia mau. Stelah beberapa menit diem-dieman, gue merasa ada yg kurang. Gue tersenyum aja ke dia, dan dia pun membalasnya dengan ramah. Akhirnya kita pun ngobrol. Nyokap gue, being the sensitive and negative-thinking person she is, sepertinya gak suka gue mengobrol dengan orang asing. Tapi krn gue ngomong pk bahasa Inggris, yah nyokap gue bingung juga mo gimana nyela pembicaraan gue. Dia cm memperhatikan gue dan Tony mengobrol. Hmm, kita duduk dalam jarak yang dekat, dan karena gue msh agak2 rendah diri dengan listening gue dan Tony pun ngomong pelan bgt, akhirnya kita kaya bisik2an berdua.
.
.
Gue bersyukur dipertemukan dengan dia siang hari itu, karena ternyata gue telah membuat hari dia semakin cerah. Dia cerita bahwa dia tinggal di New York dan dia dateng duluan ke Italy utk tinggal sama sodaranya. Akan ada yg datang nanti dr New York utk nyusul dia. Dia blg dia uda tiga minggu di Italy dan dia tiap hari cuma ngiter2 di jalan itu dan duduk2 di McD. Pas gue tanya dia kerja apa, dia ngeluarin foto dia yg gantengnya gak kira2 dan dia bilang dia adalah seorang designer pakaian di New York, tepatnya seorang designer baju pengantin. We had a great talk, sampe gue tanya dia kenapa dia menghabiskan waktu dengan agak sia-sia di Italy. Knp dia gak pegi ke tempat laen utk rekreasi ato smcmnya. Barulah dia membuka bajunya, dan menunjukkan benjolan di atas dada kirinya. Dia bilang, hidupnya udah tinggal 3 bulan lagi. Dan dia gak mo wasting time kemana-mana. Gak penting dimana dia berada, tapi bersama siapa dia menghabiskan waktu dia. Gue tanya, apakah dia puas 3 minggu menghabiskan waktu sendirian? Dia bilang, dia gak sendirian. Dia melihat banyak orang. Turis-turis lewat, ketawa-tawa dan brsenang-senang. Mereka terlihat bahagia, dan dia pun bahagia. Gue hampir aja bilang gue gak percaya tp kalo gue melihat wajah baiknya yang uda renta, gue sadar bahwa dia sangat bijaksana. Tony bilang, "Gue gak perlu orang mengasihani gue krn gue uda mo mati, gue sneng ada yg say ‘hi’ ke gue kalo berpapasan, gue seneng ada yg blg ‘thank you’ ke gue kalo gue melakukan sesuatu yang baik utk orang. Itu berarti gue membuat hidup orang sedikit lebih baik."
.
.
I almost cried. Tapi demi ngeliat dia yg tersenyum bahagia, gue gak bisa nangis. Nyokap gue bingung ngeliat gue berkaca-kaca dan tersenyum sendiri sedangkan Tony asik berbicara terus. Dari pertemuan 20 menit itu, gue belajar sangat banyak. Dia membelikan gue eskrim dan berkata dia pengen bgt gue bs jadi cucu dia. Gue hny tertawa maksa, bukannya gue yg beliin dia sesuatu, malah dia yg maksa nraktir gue. Dia bilang, gak mgkn gue jd cucu dia, jd gimana klo gue ikut dia ke NY dan kawin sama anak dia yg paling kecil, seorang pengacara sukses bernama Richard yang berumur 29 tahun. Gue gak tau mo ngomong apa. Gue nanya ke Tony, kenapa saat2 begini bisa aja dia kepikiran begitu. Dia bilang, "Gue uda menyiapkan beberapa hal utk sodara2 Richard, cuma Richard yg gue msh belom tau mao ngasi dia apa. Jadi yah, why not a nice girl for him? You are beautiful and you are very nice."
.
.
Seumur hidup, gue tidak menerima pujian tiap hari. Gue juga bukannya tidak pernah menerima pujian. Sbg layaknya manusia, ada yg benci gue dan ada yg sayang gue dalam hidup gue. Tapi belom pernah seumur hidup gue 19 tahun, gue merasa begitu berharga dan puas seakan-akan gue telah melakukan suatu hal yang sangat baik. Padahal gue cuma nemenin dia ngobrol. Gue merasa jd wanita tercantik di dunia dan gue pun akhirnya nangis. Yap, sorry, kali ini blog gue super sentimentil. Gue hanya memeluk dia dan berkata, "I’d love to do that. I’d go to New York and do what you want. Now, I gotta go cos my tour guide is calling me over there." Tony cuma bilang sambil mencium kedua pipi gue, "Thanks for accepting the offer. Have a safe trip and enjoy your holiday."
.
.
Enjoy your holiday. Betapa kata-kata klise seperti itu bisa membuat seseorang bahagia. Gue gak pernah menyangka betapa segelas kopi yang setengah terisi dapat membuat hari gue dan Tony begitu berwarna. Saat itu, gue bener2 sadar, lo gak akan pernah tau kapan lo akan ketemu seseorang yang meninggalkan bekas di hati lo, baik bekas baik maupun buruk. Gue gak akan tau bahwa Tony kesepian dan perlu teman ngobrol dan bahwa dia akan meninggal beberapa bln lg, kalo gue gak menawarkan dia tempat duduk. Gue gak bisa bayangkan kalo gue bersikap se-negatif nyokap gue dan se-curigaan nyokap gue terhadap orang baru. Gue mgkn hanya akan duduk di sebelah Tony dan diam dengan muka masam. Baru kali ini gue sadar how a little smile can start something. So, be nice to everybody. Spread love everywhere you go. Let no one leaves you without being happier. Dan itu bisa siapa saja. Tidak hanya on vacation, tapi mungkin orang disebelah lo di busway tadi pagi.
.
.

Kalo hari ini gue blum bersyukur ke Tuhan dan memohon ke Dia, gue pengen bgt say thanks krn gue boleh dipertemukan dg Tony. Kita berasal dr dunia yg berbeda, belahan dunia yg berbeda dan ras yang berbeda. Golongan umur yg berbeda dan jalan hidup yg berbeda. Tapi toh kita bertemu. Hari ini tepat tiga bulan sejak gue bertemu Tony. Gue ktemu dia 19 Juli 2007 siang (krn hari itu hari kedua tour gue), dan skrg 18 Oktober 2007 malem. Plus plus time zone, kira-kira saat ini lah gue bertemu dia tiga bulan yang lalu. Semoga dia bahagia, entah dia sudah berpulang ataupun belum. Dan semoga Richard uda mendapatkan sesuatu dr ayahnya.

(dedicated to Tony Morgan.)

October 18th, 2007 at 5:15 am


One Response to “orang baik di seluruh dunia.”
  1. 1
      mand mand mand says:

    waw… wen… gw blom baca yang ini… waaaaawwwww…..